Kumpulan Tutorial: Penjelasan Penghentian Penyelenggaraan Festival Film Pendek Konfiden (FFPK)

Penjelasan Penghentian Penyelenggaraan Festival Film Pendek Konfiden (FFPK)

Ini hanya sebagai rasa simpati saya terhadap Yayasan Konfiden yang menurut saya salut lah kontribusinya di dunia perfilman Indonesia, terutama film pendek. Informasi ini resmi dan saya dapatkan dari FB Yayasan Konfiden. Bisa dilihat di http://www.facebook.com/notes/yayasan-konfiden/penjelasan-penghentian-penyelenggaraan-festival-film-pendek-konfiden-ffpk/10150100702116023
Yayasan Konfiden
PENJELASAN PENGHENTIAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL FILM PENDEK KONFIDEN (FFPK)
oleh Yayasan Konfiden pada 16 Desember 2010 jam 16:12
Sejak 2006, Festival Film Pendek Konfiden selalu hadir di bulan November ikut menyemarakkan berbagai kegiatan film yang berkumpul di akhir tahun.  Di November 2010, penyelenggara festival (Yayasan Konfiden) dengan berat hati memutuskan undur diri dari kancah festival film di Indonesia, tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.
Empat tahun yang lalu, Yayasan Konfiden menghadirkan Festival Film Pendek Konfiden (FFPK) sebagai format baru dari kegiatan yang pernah diselenggarakan sebelumnya, Festival Film-Video Independen Indonesia (1999 – 2002) setelah vakum selama tiga tahun. Kebangkitannya diiringi konsolidasi-restrukturisasi organisasi dan penyusunan strategi keberlangsungan hidup. Selain menyelenggarakan FFPK, kami juga menjalankan berbagai program yang menyokong visi keberadaan festival. Salah satunya yang selalu terdapat dalam buku program FFPK berupa penjelasan tentang “Kemana Film Anda” setelah festival: pengarsipan (termasuk pembuatan katalog) dan distribusi (baik upaya komersil dan nonkomersil/nonprofit). Selain itu, sempat pula diadakan “Tawuran: Festival Film Pendek Pelajar” yang ditujukan terhubung dengan penyelenggaraan FFPK.
Sepanjang empat tahun terselenggaranya FFPK, berbagai permasalahan menumpuk dari tahun ke tahun, dari masalah penyelenggaraan, pengembangan (untuk menjawab situasi dan kondisi perfilman baik di ranah komunitas maupun arus utama) hingga urusan menyambung napas hidup organisasi yang bersifat swadaya dan swadana. Ada keinginan dan kebutuhan kami  untuk urun rembuk dan terlibat dalam mengatasi persoalan kuantitas dan kualitas film pendek Indonesia yang selalu menjadi catatan Dewan Program karena juga menyangkut kualitas FFPK. Pada saat yang sama, tuntutan tersebut juga datang dari setiap forum komunitas di FFPK.
Walau harus menghadapi berbagai keterbatasan untuk mencapai penyelenggaraan festival yang ideal seperti telah kami rencanakan, FFPK dapat dilaksanakan sebanyak empat kali. Selalu saja ada pihak-pihak  yang membantu di saat-saat genting, baik dalam bentuk dana, fasilitas tempat, peralatan dan perlengkapan, tenaga, dan juga doa.  Bantuan fasilitas dan dana datang dari Dewan Kesenian Jakarta dan CCF (Pusat Kebudayaan Perancis). Sementara sisanya, dukungan terbesar datang dari Komunitas Film. Setelah empat kali penyelenggaraan FFPK, banyak janji yang tidak dapat kami penuhi atau hal-hal yang seharusnya (dan kami tahu serta menyadarinya) dilakukan tak dapat terlaksana. Salah satunya bahkan kami tetap tidak sanggup memberikan hadiah seperti yang sudah dijanjikan kepada pembuat film peroleh penghargaan FFPK 2006 – 2009, salah satu hutang terbesar kami.
Berbagai kenyataan yang berlangsung selama penyelenggaraan FFPK 2006 – 2009 membuat kami tidak menemukan jalan keluar atas dua hal: pertama semakin kaburnya arah mencapai bentuk festival sebagai sebuah sistem yang dilingkupi dan ditunjang oleh infrastruktur pendidikan dan pengembangan, diskursus estetik, eksplorasi bentuk-bentuk distribusi (komersial dan nonkomersial) serta pengarsipan dan preservasi; kedua terkait dengan permasalahan pertama adalah ketidakpastian waktu untuk mencapai kemandirian penyelenggaraan festival. Dua hal tersebut sangat penting karena seharusnya sebuah festival bukanlah pekerjaan setahun sekali melainkan sepanjang tahun. FFPK seharusnya bukanlah kegiatan tahunan melainkan presentasi atas pekerjaan satu tahun. Seperti sejarah, membaca masa lalu untuk menentukan tempat berpijak hari ini dan menerawang masa depan.
Kami sudah menjalankan gagasan-gagasan terkait ruang lingkup film dan festivalnya dengan segala upaya walau harus jatuh bangun, tertatih-tatih, menimbulkan luka dan kerusakan saat dibawa berjalan ataupun berlari, hingga kemudian segala daya dan napas pun habis.
Daya hidup dan napas bisa saja habis tapi semangat dan harapan tetap tak boleh hilang. Walau FFPK dihentikan penyelenggaraannya, Konfiden berkomitmen untuk tetap berupaya menyumbangkan sesuatu bagi perkembangan film Indonesia. Konfiden akan memfokuskan diri pada kegiatan pengarsipan film yang memang telah kami lakukan selama ini.
Dengan penjelasan ini, kami memohon maaf kepada publik bila ada hal-hal yang tidak menyenangkan atau merugikan selama pelaksanaan FFPK. Kami juga meminta maaf atas penjelasan yang terlambat ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menaruh kepercayaan kepada kami, memberikan bantuan, dan menyemarakkan penyelenggaraan FFPK selama ini.
Dengan hormat,
Yayasan Konfiden
Copyright © Kumpulan Tutorial Urang-kurai